Selasa, 13 November 2012

SKRIPSI PTK PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN METODE THINK-PAIR-SHARE (TPS) DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA

Browse » Home » Penelitian Tindakan Kelas » SKRIPSI PTK PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN METODE THINK-PAIR-SHARE (TPS) DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA Kategori : Penelitian Tindakan Kelas


(KODE : PTK-0089) : SKRIPSI PTK PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN METODE THINK-PAIR-SHARE (TPS) DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA 



A. Latar Belakang
Transformasi dunia karena revolusi teknologi telekomunikasi dan komputer menjadi agenda utama perubahan dunia saat ini. Dunia tidak lagi dapat dipandang sebagai benua-benua yang terpisah atau kumpulan negara yang terpisah, melainkan dunia menjadi saraf global telekomunikasi dan komputer. Kepesatan perkembangan teknologi telekomunikasi dan komputer telah mengantarkan masyarakat memasuki era global.
Globalisasi ditandai oleh kompleksitas keragaman kehidupan masyarakat. Aktivitas hidup lebih banyak bermula dan berlangsung pada interaksi-interaksi antar individu yang diprakarsai individu itu sendiri. Setiap individu diera global dituntut mengembangkan kapasitasnya secara optimal, kreatif dan mengadaptasikan diri kedalam situasi global yang amat bervariasi dan cepat berubah. Setiap individu dituntut melakukan daya nalar kreatif dan kepribadian yang tidak simple, melainkan kompleks. Untuk itu ketrampilan yang harus dimiliki individu adalah keterampilan intelektual,sosial, dan personal.
Pendidikan sebagai bagian integral kehidupan masyarakat diera global harus dapat memberi dan memfasilitasi bagi tumbuh kembangnya keterampilan intelektual, sosial dan personal. Keterampilan-keterampilan tersebut dibangun tidak hanya dengan landasan rasio dan logika saja, tetapi juga inspirasi, kreativitas, moral, intuisi (emosi) dan spiritual.
Sekolah sebagai institusi pendidikan dan miniatur masyarakat perlu mengembangkan pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan era global. Karena Proses pembelajaran yang baik akan dapat menciptakan prestasi yang berkualitas. Oleh karena itu guru sebagai salah satu komponen penting keberhasilan pembelajaran, harus mampu menempatkan dirinya sebagai sosok yang mampu membangkitkan hasrat siswa untuk terus belajar.
SDN X Kab. X sebagai adalah salah satu lembaga pendidikan yang sangat menjunjung keberhasilan pembelajaran, sehingga siswa yang dihasilkan mampu berperan dalam persaingan global. Usaha kearah tersebut sudah banyak dilakukan oleh pihak sekolah terkait, seperti pemenuhan sarana prasarana, media pembelajaran, guru yang profesional serta komponen lain yang mampu meningkatkan kualitas pendidikan yang dijalankan, dengan harapan akan mampu menciptakan manajemen pembelajaran dengan baik, yang pada ujungnya akan menjadikan sekolah yang berkualitas.
Namun ternyata saat ini masih banyak permasalahan-permasalahan yang mucul di sekolah ini, diantaranya adalah :
1. Selama ini, metode yang digunakan dalam pembelajaran pendidikan agama islam adalah ceramah, tanya jawab, dan diskusi. Metode ceramah masih menjadi pilihan dalam penyampaian materi, sehingga siswa cenderung bosan, dan kurang bersemangat untuk belajar. Hal ini akan membuat kualitas pembelajaran menjadi rendah, dan memungkinkan hasil belajar siswa akan menurun. Metode tanya jawab kurang efektif karena hanya siswa yang pintar dan aktif yang mau menjawab pertanyaan yang diberikan, sehingga terjadi kesenjangan antara siswa yang pintar dan siswa yang kurang pintar. Sedangkan dalam metode diskusi tidak semua topik dapat disajikan dengan metode diskusi. Hanya hal-hal yang bersifat problematis saja yang dapat didiskusikan. Diskusi yang mendalam memerlukan banyak waktu, sulit untuk menentukan batas luas atau kedalaman suatu uraian diskusi. Biasanya tidak semua siswa berani menyatakan pendapat, sehingga waktu akan terbuang karena menunggu siswa mengemukakan pendapat. Pembicaraan dalam diskusi mungkin didominasi oleh siswa yang berani dan telah terbiasa berbicara. Siswa pemalu dan pendiam tidak akan menggunakan kesempatan untuk berbicara, dan memungkinkan timbulnya rasa permusuhan antar kelompok atau menganggap kelompoknya sendiri lebih pandai dan serba tahu dari pada kelompok lain atau menganggap kelompok lain sebagai saingan, lebih rendah, remeh, atau lebih bodoh.
2. SDN X, belum pernah menerapkan metode kooperatif Think-Pair-Share; dimana penerapan metode kooperatif Think-Pair-Share ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi siswa dalam kelas melalui diskusi. Baik dengan pasangannya maupun dengan seluruh kelas. Siswa akan terbiasa menemukan jawaban dari pertanyaan yang diajukan, memahami konsep serta terlatih untuk bisa belajar secara mandiri, secara berpasangan, maupun berbagi dengan teman sekelas.
Dari permasalahan yang dijelaskan di atas, maka dibutuhkan tindakan yang mampu menjadi jalan keluarnya. Salah satu solusinya adalah penggunaan metode yang tepat, yaitu metode yang mampu membuat seluruh siswa terlibat dalam suasana pembelajaran. Metode mengajar merupakan salah satu cara yang dipergunakan guru dalam membelajarkan siswa. Oleh karena itu, peranan metode mengajar sebagai alat untuk menciptakan proses belajar mengajar.
Salah satu alternatif yang dapat dilakukan oleh seorang guru guna menjawab dari permasalahan-permasalan pembelajaran tersebut serta untuk lebih mengaktifkan pembelajaran di kelas adalah dengan menerapkan pembelajaran Kooperatif dengan metode Think-Pair-Share. Pembelaj aran kooperatif dengan metode Think-Pair-Share terdiri dari tiga tahap kegiatan siswa yang menekankan pada apa yang dikerjakan siswa pada setiap tahapannya. Tahap yang pertama adalah berfikir (Think). Pada tahap ini guru mengajukan pertanyaan yang terkait dengan pelajaran dan siswa berfikir sendiri mengenai jawaban tersebut. Waktu berfikir ditentukan oleh guru. Pada tahap selanjutnya siswa berpasangan (pair) dengan temannya dan mendiskusikan mengenai jawaban masing-masing. Sedangkan pada tahap terakhir, siswa berbagi (share) yaitu guru meminta pasangan-pasangan tersebut untuk berbagi atau bekerja sama dengan kelas secara keseluruhan untuk mengungkapkan mengenai apa yang telah mereka diskusikan. Dengan berdiskusi dan berfikir sendiri dengan teman, diharapkan siswa lebih bisa memahami konsep, menambah pengetahuannya serta dapat menemukan kemungkinan solusi dari permasalahan.
Pendidikan agama Islam disebutkan dalam Kurikulum 2004 Standar Kompetensi Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam SD dan MI adalah : "Pendidikan agama Islam adalah upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati, mengimani, bertakwa, berakhlak mulia, mengamalkan ajaran agama Islam dari sumber utamanya kitab suci Al-Quran dan Hadits, melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, latihan, serta penggunaan pengalaman".
Dari pengertian di atas dapat dipahami bahwa tujuan Pendidikan Agama Islam adalah :
1. Menumbuh kembangkan akidah melalui pemberian, pemupukan, dan pengembangan pengetahuan, penghayatan, pengamalan, pembiasaan, serta pengalaman peserta didik tentang agama Islam sehingga menjadi manusia muslim yang terus berkembang keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT;
2. Mewujudkan manusia Indonesia yang taat beragama dan berakhlak mulia yaitu manusia yang berpengetahuan, raj in beribadah, cerdas, produktif, jujur, adil, etis, berdisiplin, bertoleransi (tasamuh), menjaga keharmonisan secara personal dan sosial serta mengembangkan budaya agama dalam komunitas sekolah.
Upaya untuk mewujudkan sosok manusia seperti yang tertuang dalam definisi dan tujuan pendidikan diatas tidaklah terwujud secara tiba-tiba. Upaya itu harus melalui proses pendidikan dan kehidupan, khususnya pendidikan agama dan kehidupan beragama. Proses itu berlangsung seumur hidup, di lingkungan keluarga, sekolah dan lingkungan masyarakat.
Salah satu masalah yang dihadapi oleh dunia pendidikan agama Islam saat ini, adalah bagaimana cara penyampaian materi pelajaran agama tersebut kepada peserta didik sehingga memperoleh hasil semaksimal mungkin.
Berpijak pada uraian latar belakang di atas, maka perlu kiranya diadakan suatu tindakan melalui penelitian pendidikan. Dalam hal ini, penulis mengangkat satu topik yang sesuai dengan kondisi yang dihadapi saat ini, yaitu : "PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN METODE THINK-PAIR-SHARE DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KELAS IV SDN X".

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, diperoleh rumusan masalah yaitu :
1. Bagaimana penerapan pembelajaran kooperatif denga metode TPS (Think-P air-Share) dalam meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas IV SDN X ?
2. Seberapa efektifkah pembelajaran kooperatif model TPS (Think-Pair-Share) dalam meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas IV SDN X ?

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah :
1. Untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran kooperatif dengan metode TPS (Think-Pair-Share) dalam meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas IV SDN X.
2. Untuk mengetahui keefektifan pembelajaran kooperatif dengan metode TPS (Think-Pair-Share) dalam meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Agama Islam kelas IV SDN X.
Manfaat Penelitian :
1. Bagi Lembaga
Penerapan pembelajaran kooperatif dengan metode think-pair-share dapat bermanfaat menjadikan pijakan dasar untuk lembaga atau sekolah dalam kaitannya menentukan kurikulum pengajaran Pendidikan Agama Islam yang lebih baik untuk masa depan
2. Bagi Guru
Sebagai bahan evaluasi, usaha untuk memperbaiki kualitas diri sebagai Guru yang profesional dalam upaya untuk meningkatkan mutu pembelajaran yang dilakukan, khususnya dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran.
3. Bagi Siswa
Memudahkan pemahaman siswa terhadap pembelajaran Pendidikan Agama Islam, sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa yang diperoleh setelah mengikuti kegiatan pembelajaran.
4. Bagi Peneliti
Menambah khazanah pengetahuan dan dapat mengembangkan wawasan peneliti.

D. Ruang Lingkup dan Batasan Penelitian
Untuk mengantisipasi lebarnya permasalahan yang akan dibahas, penulis membuat batasan-batasan permasalahan yang akan dipaparkan, yaitu meliputi penggunaan Pembelajaran Kooperatif dengan metode Think-Pair-Share, prosedur penerapan, serta faktor-faktor pendukung dan penghambat penggunaan Pembelajaran Kooperatif dengan metode Think-Pair-Share untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang Mengenal Malaikat dan tugasnya kelas IV SDN X.

E. Definisi Istilah
1. Pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang secara sadar dan sistematis mengembangkan interaksi saling asah, saling asih, saling asuh antar sesama siswa sebagai latihan hidup dalam masyarakat nyata.
2. Think-Pair-Share merupakan suatu bentuk metode pembelajaran kooperatif yang memberi siswa waktu untuk berfikir, merespon, serta saling membantu satu sama lain.
3. Prestasi adalah hasil dari suatu kegiatan. Dimana hasil yang dimaksud adalah hasil yang memiliki ukuran atau nilai.
4. Belajar adalah usaha sadar dan terencana yang dilakukan untuk mendapat pengetahuan baru yang mampu merubah sikap dan tingkah laku baik berupa jasmani (tampak) atau rohani.
5. Pendidikan agama Islam adalah upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati, mengimani, bertakwa, berakhlak mulia, mengamalkan ajaran agama Islam dari sumber utamanya kitab suci Al-Quran dan Hadits, melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, latihan, serta penggunaan pengalaman.


Sumber

0 comments:

Poskan Komentar

◄ Newer Post Older Post ►
 

Copyright Koleksi Makalah 2010 Makalah, Artikel, Pelajaran, Drama Seo Elite by BLog BamZ | Blogger Templates